Minggu, 23 Desember 2012

hormon pada makhluk hidup



Hormon

Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengen-dalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnyasedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalampengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yangmempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan padamakhluk hidup beragam jenisnya.

 
1)Hormon pada tumbuhan

Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon atauzat pengatur tubuh. Beberapa di antaranya adalah auksin,sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.

a)Auksin, berfungsi untuk memacu perpanjangan sel,merangsang pembentukan bunga, buah, danmengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru. 

b)Sitokinin, memacu pembelahan sel serta mem-percepat pembentukan akar dan tunas.

c)Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaransel serta merangsang perkecambahan biji. Padatumbuhan tertentu, giberelin dapat menyebabkanmunculnya bunga lebih cepat.

d)Etilen, berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, danmenyebabkan penuaan daun.

e)Asam absisat berperan dalam proses perontokandaun.

2)Hormon pada hewanBeberapa hormon pertumbuhan pada hewan adalahsebagai berikut.

a)Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Padakatak hormon ini merangsang dimulainya prosesmetamorfosis. 

b)Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.

c)Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembanganfase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewanInvertebrata.

3)Hormon pada manusiaHormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyaisaluran. Di kelas IX kamu akan mempelajari hormonsebagai bagian dari sistem koordinasi. Beberapa hormonpertumbuhan pada manusia antara lain sebagai berikut.


a)Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan,perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalamtubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibat-kan
mixoedema
yaitu kegemukan. 
b)Hormon pertumbuhan (Growth hormon- GH)

Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian depan.Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH).Peranannya adalah memengaruhi kecepatan per-tumbuhan seseorang. Seorang anak tidak akantumbuh dengan normal jika kekurangan hormonpertumbuhan. Pada masa pertumbuhan, kelebihanhormon ini akan mengakibatkan pertumbuhanraksasa ( gigantisme), sebaliknya jika kekurangan akanmenyebabkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihanhormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkanmembesarnya bagian tubuh tertentu, seperti padahidung atau telinga. Kelainan ini disebut
Akromegali

.c)Hormon testosteron, mengatur perkembangan organreproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin se-kunder pada pria.

d)Hormon estrogen/progresteron, mengatur per-kembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita



Pengertian Efek Rumah Kaca

 Definisi efek rumah kaca adalah perangkap radiasi. Sedangkan pengertian rumah kaca adalah rumah pertanian dengan dinding dan atap terbuat dari kaca tembus cahaya. Rumah pertanian semacam ini disebut green house. Bila ada sinar radiasi matahari masuk ke dalam rumah kaca, maka akan terjadi kenaikan suhu dalam rumah kaca tersebut.
Rumah kaca mempunyai sifat dapat ditembus sinar radiasi gelombang pendek, tetapi tidak dapat ditembus sinar radiasi gelombang panjang. Padahal sinar matahari merupakan radiasi gelombang pendek. Jika sinar matahari menembus masuk rumah kaca, maka akan diserap oleh lantai dan benda-benda lain dalam rumah kaca itu, kemudian dipancarkan kembali dalam bentuk radiasi gelombang panjang. Radiasi gelombang panjang hasil pantulan ini tidak menembus dinding atau atap kaca, sehingga energinya akan terkumpul di dalam rumah kaca dan mengakibatkan suhu naik. Peningkatan suhu inilah yang disebut green house effect yang terjadi karena energy terperangkap dalam rumah kaca tersebut. 
Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi. Efek rumah kaca untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.
Penyebab
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Energi yang masuk ke Bumi:
  • 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
  • 25% diserap awan
  • 45% diserap permukaan bumi
  • 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.
Akibat
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes